Kamis, 25 Agustus 2011

Uç Maymun (Three Monkeys) 2008 Kesalahan Membawa Ke Pusaran Lingkaran Setan

Sutradara: Nuri Bilge Ceylan
Naskah: Nuri Bilge Ceylan, Ebru Ceylan, Ercan Keysal
Sinematografi: Gökhan Tiryaki
Pemain: Yavuz Bungöl (Eyüp), Hatice Aslan (Hecar), Ahmet Rifat Sungar (Ismail), Ercan Keysal (Servet) Durasi: 109 Menit
Genre: Drama, Thriller

Film ini berkisah tentang Servet seorang pengusaha yang mencoba peruntungan sebagai Politisi. Kejadian Servet menabrak seseorang dengan mobil yang dikendarainya dikhawatirkannya menghancurkan karier politiknya. Maka dia meminta Eyüp sopirnya untuk menggantikannya mengaku salah dah dipidana penjara 6 bulan. Eyüp dan keluarganya Hacer sang istri dan Ismail anaknya mendapat kompensasi uang bulanan sebagai gantinya. Namun rencana dan keadaan tak semulus perkiraan Servet mengalami kegagalan dalam pemilu, Ismail gagal dalam pendidikannya dan Hacer malah berselingkuh dengan Servet. Sekembalinya Eyüp dari penjara ia merasa hal yang aneh pada istrinya. Eyüp pun menjadi kasar pada istrinya yang menutupi perselingkuhan yang mulai tercium. Puncaknya ketika Ismail membuat kesalahan yang sama seperti yang Servet lakukan di awal cerita yang membuat suatu lingkaran setan kembali berulang dalam kisah ini.

Nur Bilge Ceylan seorang fotografer yang kemudian mengawali karier sutradaranya di awal tahun 90an. Meski seorang insinyur kekurang minatannya dengan pekerjaan yang berkaitan dengan latar belakang pendidikannya membuat dia lebih memilih dunia yang sekarang dia geluti. Kariernya gemilang mendunia dengan gelar sutradara terbaik lewat film ini di Festival Film Cannes 2008. Belakangan di tahun 2011 melalui festival film yang sama beliau diganjar Grand Prix lewat film Once Upon A Time In Anatolia. Kisah film ini yang mengangkat suap-menyuap di dunia pengadilan. Hal serupa terakhir di Indonesia terjadi saat Kasiem mau menggantikan Karni dipenjara 7 bulan dengan dibayar 10 juta rupiah. Atau untuk kasus yang agak serupa adalah Polycarpus yang dijadikan tumbal untuk menutupi orang penting yang disinyalir mengotaki kasus pembunuhan Munir.

Uç Maymun diperkuat dengan para pemeran yang ekspresif terutama tokoh suami istri. Mimik dan bahasa tubuh ketidakpercayaan dalam hubungan 2 pasangan sangat terlihat jelas. Adegan kekerasan Eyüp di ranjang terhadap Hacer tidak mudah dilupakan. Tokoh Ismail yang awal cerita banyak ditampilkan kurang dieksplorasi kenapa pendidikannya gagal dan bagaimana pengaruh teman-temannya terhadap suramnya kehidupan dirinya. Plot Ismail dibuat memaksa penonton menebak-nebak.

Keluarga ini juga 'dihantui' sosok putra mereka yang meninggal saat masih kecil yang sering muncul dalam bayangan mereka. Tidak digambarkan kenapa dia bisa meninggal. Sepertinya sutradara mengarahkan kita lebih fokus ke kisah lingkaran setan pembunuhan dan suap-menyuap dalam film ini. Hal lain yang mengganggu bagaimana nada dering ponsel Hacer bisa bersuara lagu mp3 meski menggunakan nokia 2100. Namun gambar-gambar didominasi warna gelap, langit dan awan serta pemandangan sekitar rumah Eyüp yang sukses dihadirkan Gökhan Tiryaki membuatnya jadi pengusir rasa bosan. Kembalinya Eyüp dari penjara mengembalikan semangat menonton film ini yang sempat membosankan di awal cerita. Meski tidak istimewa sangat layak dilihat.

Rating:3/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar