Jumat, 06 Januari 2012

Film Xia Aimei (2012) Indonesia, Debut Franda, Mengulas Tema Perdagangan Manusia Lintas Negara Secara Tak Tuntas



Sutradara: Alyandra
Naskah: Alyandra, Toha Essa, Sally Anom Sari
Produser : Frederica
Distributor: Falcon Pictures
Pemeran:   Franda (Xia Aimei/Xixi)
                 Samuel Rizal (A.J. Park)
                 Ferry Salim (Jack)
                 Shareefa Daanish (Lee Lee)
                 Gilang Dirgahari (Timun)
                 Jasmine Machete (Paulina)
Durasi : 72 Menit
                 
Sinopsis:
Karena terjerat utang keluarga Xia Aimei gadis desa dari Yangshuo, provinsi Guangxi, Cina terpaksa pergi ke luar negeri untuk suatu pekerjaan yang sebelumnya dijanjikan sebagai pekerjaan suci dia dibawa melalui pamannya. Sampai Jakarta ternyata ia terjebak dalam human trafficing atau perdagangan manusia terkait sebagai pekerja seks komersial di sebuah klub ekslusif milik Jack (Ferry Salim) Le Mansion.

Le Mansion yang berisi pekerja seks komersial dari Cina daratan dan Uzbekistan membawa Xia Aimei berubah nama menjadi Xi Xi (senang senang). Ketika bermasalah karena harus melayani Bos Marun yang suka seks dengan kekerasan, Xi xi terpaksa membela diri dan kemudian kabur sampai membawa dia kepada kameraman dunia bawah laut Indonesia keturunan Korea A.J. Park (Samuel Rizal) dan temannya Timun.

Bersama dengan teman baru Indonesianya dan teman sesama pramuria Lee Lee dan Paulina Xia Aimei serta bantuan Intel Norman dia berusaha kabur dari jeratan Bos Jack untuk kembali ke kampung halamannya. 

Ulasan:
Film arahan sang sutradara yang lebih dikenal dalam pembuatan Video Klip Musik seperti Agnes Monica (paralyzed) Anang (Separuh Jiwaku Pergi) hingga Ridho Rhoma (Sajadah Ka'bah)  membahas tentang tema yang berat, perdagangan manusia lintas negara. Harapan besar akan munculnya data-data jumlah wanita penghibur dari Cina maupun Uzbekistan yang sudah menjadi rahasia umum di jakarta serta kisah runtut. Namun kemudian lebih menonjolkan bagaimana pelakon utama 'berjuang' menjaga kesucian sekuat tenaga.

 Gadis lugu yang kemudian diterjunkan sebagai pramuria kelas atas. Meski di awal dikisahkan ada pelatihan bahasa Inggris dan sedikit Indonesia, aneh melihat perkembangan kemampuan bahasa Inggris yang lumayan untuk gadis desa kalem nan lugu. Untung Franda berakting cukup alami dengan keluguan yang cukup terpancar. Samuel Rizal juga kenapa harus dipaksakan menjadi keturunan korea. Padahal tidak penting juga unsur korea dalam film ini, atau Sang Sutradara adalah penggemar Jay Park (Summer Dream Yeongwohni...saya jadi pengen nyanyi Summer Dreamnya Mr Idol). Dia juga tidak terlihat ada keturunan korea dalam aksen dan bahasa tubuh serta penampilan. Timun sebagai teman A.J. Park (samuel) awalnya terlihat melambai namun begitu bersemangat saat diajak ke le mansion. Lelucon garing Gilang pada awalnya mengganggu sangat. 

Namun selanjutnya dia menghibur untuk mengusir kehancuran alur yang begitu dimudahkan bagi korban untuk lepas dari lembah nista. Daanish ibu dara sebagai lee lee sangat membantu usaha saya menikmati film ini. Total sekali aktingnya sebagai perempuan penggoda. Karakter Marun yang menjadi pelanggan klub yang sering berbuat keonaran karena dikenal sebagai penikmat seks dengan kekerasan juga akan mengingatkan anda dengan sosok kemayu meski tampang sangar yang sering muncul dalam iklan provider seluler.

 Naskah yang tidak rapi dan kadang memaksa serta lelucon-lelucon garing tidak terlalu mendukung memantapkan untuk mengusuh tema perdagangan manusia yang serius. Harapan jerat lingkaran perdagangan manusia yang penuh drama, derita dan  sorotan terhadap tingkah laku pria hidung belang berduit terhadap pramuria asing ini tidak terlihat sehingga air mata enggan keluar. Ketika dialog berbahasa Inggris pun tanpa teks bahasa Indonesia meski ketika Mandarin ada. Lebih parah akhir yang diharapkan sutradara untuk menarik simpati penonton malah terlihat konyol. Itu jelas akibat rentetan upaya perjuangan korban yang dimudahkan sutradara sebelumnya. Alangkah lebih menolong kerapuhan film ini jika akhir cerita ini diarahkan sebaliknya.Apalagi misi yang sempat diungkapkan juga oleh Ibu Produser pas sehabis screening tentang Perdagangan Manusia lintas negara yang sebenarnya sangat bagus tidak terangkat dengan baik dan tuntas ibarat tercium baunya saja ketika awal film sahaja.

 Debut Franda dan Norman Camaru sepertinya cukup membantu menjual film ini. Bagi Franda yang mempunyai banyak fans fanatik karena kelucu'an wajah dan bahasa tubuhnya bahkan di jejaring twitter sampai wartawan media berbahasa Inggris (   ) dan Akun anonim  (  ) sering memuji dan menggobalinya sert berseteru dalam masalah obrolan terkait dengan cewek Cica ini (Cina Cakep). Trailer yang cukup membuat orang tertipu. Poster yang manis menggoda. Imlek, Serta durasi yang tidak terlalu lama hanya 72 menit plus bintang-bintang ternama sepertinya akan membantu kelanggengan film ini. Jadi bagi penggemar Franda (      ) saksikan film ini di bioskop mulai 12 Januari 2012.


 Rating 5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar